Senin, 19 Oktober 2026

eBook: Asuhan Kebidanan (Pranikah dan Pra Konsepsi)


         American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa ketidaksuburan didefinisikan sebagai kegagalan untuk hamil setelah 12 bulan pernikahan dan mempengaruhi sekitar 12% dari sistem reproduksi (Jessica dan James, 2022). Ketika pasangan wanita tidak berhasil hamil setelah satu tahun perkawinan, kedua pasangan perlu melakukan pemeriksaan fisik dan medis yang komprehensif. Tes kesuburan untuk wanita dan analisis sperma, dimana laki-laki menjadi penyumbang 50% dari semua kasus infertilitas, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan kedua pasangan agar diketahui masalah infertilitas lanjutan (Americanpregnancy.org, 2023). (sriher)

Lebih lengkap (free download):
https://drive.google.com/file/d/14uVMyojUXMgAxOqEwbGrZxIvECRYPVEG/view?usp=share_link

eBook: Penyulit Obstetri dan Komplikasi Medis


         Trombofilia adalah kondisi ketika proses pembekuan darah di dalam tubuh meningkat sehingga darah menjadi mudah membeku. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah (trombosis) di pembuluh darah. Pembekuan darah merupakan proses alami untuk menghentikan perdarahan ketika pembuluh darah terluka. Proses ini membutuhkan keseimbangan antara proses pembekuan darah (prokoagulan) dan antipembekuan darah (antikoagulan). Peran antikoagulan sendiri adalah untuk mencegah pembekuan darah yang berlebihan. Pada trombofilia, proses prokoagulan dan antikoagulan tidak seimbang. Akibatnya, darah mudah membeku, bahkan ketika pembuluh darah tidak terluka. Pembekuan darah secara berlebihan ini dapat membentuk gumpalan darah yang menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti deep vein thrombosis/DVT (penggumpalan darah satu/lebih pembuluh darah vena dalam). (Sriher)

Lebih lengkap (free download):
https://drive.google.com/file/d/1AlbRrqfm-_8tqyxPuOC6azIg1h4PWuRI/view?usp=share_link

eBook: Konsep Vasektomi dan Permasalahannya


     Rendahnya partisipasi pria dalam KB dan kesehatan reproduksi pada dasarnya tidak terlepas dari operasional program KB yang selama ini dilaksanakan mengarah pada wanita sebagai sasaran. Demikian juga masalah penyediaan alat kontrasepsi yang hampir semuanya untuk wanita, sehingga masyarakat berpersepsi bahwa mulai dari hamil dan melahirkan adalah wanita, sehingga wanitalah yang harus menggunakan alat kontrasepsi. Pemerintah sudah berupaya tegas dengan melakukan berbagai peningkatan partisipasi pria dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi melalui kebijakan yang telah ditetapkan, salah satunya vasektomi.

        Penggunaan vasektomi masih rendah hal ini dikarenakan faktor agama yang menganggap vasektomi haram, ditambah lagi beredarnya rumor di kalangan masyarakat bahwa vasektomi identik dengan kebiri (menghilangkan testis), mengurangi gairah seksual, penis menjadi lemas, berat badan naik, pembawaan menjadi malas, dan tidak maskulin. Beredarnya rumor tersebut berakibat adanya salah informasi, di mana tidak ada kaitan vasektomi dengan gangguan fungsi seksual, ereksi tetap normal seperti sebelumnya dan bertahan hingga terjadinya ejakulasi (klimaks). (Sriher)

Lebih lengkap (free download):

https://drive.google.com/file/d/1PQf5Ewe_VFC9JtSfNmzEtO0HqEfbsuEa/view?usp=share_link

Lovely

Lovely
14 November 2007